Rooty
After giving much thought about it, all of my written banterings and emotional scribblings are often fictional. But autobiographical as well in certain aspects. Maybe often being blown out of poportion. Deeply exagerrated. Including this Malay piece. Part fiction, part fact, part nonsense and part irony. In a nutshell, it's a monster.
Terang Saja...
Tdak aku tahu akan kenapa aku di ilhamkan sedemikian rupa….Terang-terangan saja aku ini suatu soalan yang ketiadaan jawabnya…..Sudah tentu ada sahaja insan yang lebih bermakna daripada apa sahaja yang pernah aku lalui……Inikan semuanya satu penantian yang tak terucap akan penghentiannya……Terima sahajalah seadanya….Jangan lagi di runguti akan ungkapan-ungkapan yang di bazirkan ke atas diri kita ini….Sesungguhnya aku tidak mampu lagi untuk menyesali akan segala kesalan yang bakal menanti di lain hari…..Inikah yang kau pinta…? Tiada masa untuk aku bercanda ria akan kemungkinan esok hari….Bilakah akan bulan ini mencapai kemuncak akhirnya…? Tersia-siakan pula segala maksud hitungan yang di warisi…… Perlukah aku menjadi suatu pentas lantas menjadi saksi akan kejadian indah nan menginsafkan hingga aku melupakan akan ketiadaan jiwa di dalam diri aku.....Jiwa ini yang telah hilang akan arah tuju menjadi urutan kepada peristiwa masa lalu..........Telah mengingatkan aku......Aku perlu menemukanmu.........Agar terungkai sudah apa yang telah lama terbuku.........Di situ jua lah akan ku temui..... Satu pertanyaan yang dilupakan sementara oleh persoalan........Tidak wujudnya jawapan tanpa pertanyaan dan persoalan.......Wujudnya jawapan hanya akan menambah lagi bebanan yang ditanggung......Beranak-pinak lah akan pertanyaan dan persoalan..............Berduka sayulah akan semua insan yang termanggu-manggu......Semakin lamalah juga akan tempoh penantian aku.................Tunggu..........Tunggu aku bilang.......Bilanglah sampai kau tidak termampu lagi.....Mampukah kau menjadi penunggu..........Jadilah penunggu setia yang mampu membilang hari-hari nyata yang mendatang..........Terumbang-ambing kini aku masih lagi cergas dalam menunaikan ketetapan yang telah di tetapkan.......Agar tidak lagi aku membiarkan lagi satu lagi ketidak sudahan.......Tidak lagi menimbulkan tanda tanya......Tidak lagi mencetus bala......Tidak lagi tertanya-tanya akan semuanya.......Perlahan-lahan aku rasakan akan kehilangan sentuhan azimat.......Semakin hilang punca kehinaan.......Tidak.......Aku tidak akan mengeluh........Cukup sudah aku berpeluh..........Teringin pula aku menjadi seperti dia.......Tidak menghiraukan apa saja yang tiba.....Bukannya menjadi seorang yang tidak di hiraukan........Tidak terhurai........Tidak terurai........Tidak di rai..........Maka terjadilah lima punca kenapa aku di soal sedemikian rupa.........Akan aku nantikan hari ulung itu nanti.......Selesaikan sahaja apa yang tersirat..........Demikian jugalah atas segala kesyahduan yang diterbitkan dari keindahan yang tak terjangkau batasnya........Keayuan yang tercipta atas dasar simpati itu tidak lagi menjadi penawar akan kesayuan ini............Sayup......Semakin sayup kedengaran suara-suara kejujuran.........Betapa aku dambakan suasana hiruk pikuk tempat gugurnya batu sebagai hujan........Biarkan ia menjadi satu penantian tanpa henti agar dapat menjadi bara semangat yang tak akan luput tatkala di landa taufan kebesaran Tuhan.......Insya’Allah........

1 Comments:
Tidak wujudnya jawapan tanpa pertanyaan dan persoalan.......Wujudnya jawapan hanya akan menambah lagi bebanan yang ditanggung......Beranak-pinak lah akan pertanyaan dan persoalan..............Berduka sayulah akan semua insan yang termanggu-manggu......Semakin lamalah juga akan tempoh penantian aku...i like that bunnee..just like what ive been going to..bunnee balik lah cepatt
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home